East Ventures Melaju di Tengah Badai: Rekap 2023 dan Prospek 2024 – Fintechnesia.com

FinTechnesia.com | Industri teknologi dihantam badai krisis yang bertubi-tubi selama dua tahun terakhir. Ketidakpastian ekonomi global membuat kita bersikap lebih bijaksana. Valuasi perusahaan startup melemah, kelesuan ekonomi dunia, tekanan inflasi tanpa henti, dan potensi resesi global membayangi sektor ini. 

East Ventures mengarahkan dan mendukung perusahaan portofolionya, Tetap berinvestasi pada para founder berbakat, dan menciptakan dampak positif bagi ekosistem. Kemampuan beradaptasi tinggi dan kerja tim adalah kunci.

East Ventures mendukung dan membimbing secara intensif kepada para founder melalui beberapa inisiatif dan platform yang menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan wawasan dalam membantu mereka mengelola bisnis di masa sulit. Dari 90% startup yang berada dalam tahap lanjutan (growth stage) dalam portofolio East Ventures, 30% berada di jalur menuju profitabilitas, 60% sudah menghasilkan profit, dan 10% sisanya masih berusaha untuk beradaptasi. 

Kepercayaan para investor (Limited Partners/LPs) terhadap strategi investasi East Ventures semakin kuat. Tahun lalu, East Ventures berhasil menutup tiga dana baru.

Pada Mei 2023, East Ventures berhasil mengantongi US$ 250 juta dari penutupan pertama dan terakhir dari dana Growth Plus. Dana ini ditujukan untuk mendukung perusahaan portofolio tahap lanjutan (growth stage) dalam ekosistem kami  yang berpotensi tinggi. 

Lima bulan kemudian, East Ventures mengidentifikasi peluang membangun koridor investasi antara ekosistem bisnis di Asia Tenggara dan Korea Selatan. Akhirnya mengumumkan “East Ventures South Korea fund in partnership with SV Investment” senilai US$100 juta. Dana ini diharapkan mencapai penutupan perdana pada semester pertama 2024.

Baca juga: East Ventures Luncurkan Laporan Berkelanjutan 2023

Baru-baru ini, East Ventures mengumumkan dana pertama yang berfokus pada layanan kesehatan (Healthcare) sebesar US$30 juta untuk mendorong solusi layanan kesehatan inovatif di Indonesia. East Ventures Healthcare fund akan memainkan peran penting dalam mendorong dan mengkatalisasi inovasi layanan kesehatan di Indonesia – yang merupakan bukti komitmen jangka panjang kami terhadap sektor kesehatan.

Baca Juga  Samsung Galaxy S24 Series Punya Circle to Search Hingga AI Editing Tools, Bisa Jadi Fashion Content Creator Ikonik - Fintechnesia.com

Perlombaan belum selesai. Sebagai pemain aktif, East Ventures terus berinvestasi pada para founder berkualitas tinggi dan tetap cermat melihat situasi. Pada tahun 2023, East Ventures berhasil menyelesaikan 63 deal, menyambut 29 perusahaan portofolio baru dan menginvestasikan hampir US$ 80 juta ke perusahaan portofolio tahap awal (seed) dan lanjutan (growth).

Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor, termasuk perusahaan pendukung e-commerce, biotech, Software as a Service (SaaS), kendaraan listrik, teknologi iklim, dan banyak lagi.

Sepuluh tahun ke depan, Indonesia memasuki era dividen demografi dini dan akan mencapai puncaknya sekitar 20 tahun dari sekarang. Pada saat itu, hampir 206 juta orang dalam usia produktif dan secara teoritis mampu menghidupi tanggungan mereka.

Mayoritas angkatan kerja dalam 10 hingga 20 tahun ke depan adalah generasi digital yang dipimpin oleh Generasi Z dan didukung oleh generasi milenial yang matang. Sebagian besar penduduk produktif memasuki usia dewasa. Kondisi ini memberikan peluang sekali seumur hidup untuk mengubah Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi dan mendorong munculnya peluang bisnis baru.

“Apakah generasi mendatang ini dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045 atau menjadi beban demografi, itu tergantung pada kesiapan kita untuk bersiap dan bertindak sekarang,” pungkas Willson Cuaca, Founding Partner East Ventures, Rabu (3/1). (iwa)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *