KPK: Perkara Korupsi yang Menyeret Lukas Masih Panjang

Berita67 Dilihat

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut dugaan korupsi Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe bukan cuma penerimaan suap dan gratifikasi terkait proyek. Kasus yang menyeret Lukas bakal panjang.
 
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur menjelaskan dugaan suap dan gratifikasi Lukas berkembang ke dugaan pencucian uang. Setelahnya, mengarah ke dugaan korupsi dalam penggunaan dana operasional sebesar Rp1 triliun per tahun.
 
“Dari sana kemudian ke yang makan minum. Itu kan klaster berikutnya,” kata Asep di Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asep menjelaskan penggunaan dana operasional Rp1 triliun itu bukan akhir. KPK turut menyoroti penggunaan dana Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pernah digelar di Papua.
 
“Nanti ke sana. Itu masuknya dana PON. Nanti kita lihat,” ucap Asep.

Asep masih merahasiakan pemantauan dana PON. Sebab, informasinya masih bersifat rahasia.
 
Sebelumnya, KPK hampir merampungkan penyelidikan penggunaan uang operasional Rp1 triliun setahun yang dilakukan Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe. Status perkara bakal dinaikkan menjadi penyidikan.
 
“Ini penyelidikannya sudah pada tahap akhir ya, jadi, tunggu saja, sudah hampir akhir,” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur di Jakarta, Sabtu, 12 Agustus 2023.
 
Asep menjelaskan perkara itu tidak masuk kategori suap. Sebab, KPK menemukan potensi kerugian keuangan negara. 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(LDS)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Kuasa Hukum Sultan: Kami Akan Proses Hukum!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *