MIND ID Mengungkap Sejumlah Proyeksi di 2024, Termasuk Potensi dan Strategi Pencapaiannya – Fintechnesia.com

FinTechnesia.com | BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID memiliki sejumlah strategi untuk mencapai target di 2024. Masing-masing anggota Grup MIND ID memproyeksikan berbagai pencapaiannya tahun ini.

“MIND ID memiliki proyek strategis yang berkaitan dengan timah, batu bara, aluminium, feronikel, tembaga, dan sejenisnya. Masing-masing Grup MIND ID memiliki strategi jitu tersendiri untuk mencapai target maksimal di setiap proyeknya,” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf, Jumat (5/1).

Kinerja Grup MIND ID PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diproyeksikan tumbuh hingga 10% pada 2024. Pertumbuhan ini cukup realistis mengingat hilirisasi nikel a berdampak positif untuk jangka panjang dan permintaan nikel diharapkan. meningkat.

Selain itu, harga emas di 2024 cukup menjanjikan. Ekspektasi pada The Fed untuk menurunkan suku bunga di bulan Maret semakin meningkat setelah serangkaian data ekonomi AS yang lebih lemah. Begitu pula dengan data ekonomi negara ekonomi utama lainnya, seperti EU dan Inggris.

Harapan investor pada siklus pemangkasan suku bunga oleh bank sentral dunia sangat mendukung harga emas sepanjang 2024. Dengan naiknya harga emas, maka pendapatan dari penjualan emas Antam akan ikut meningkat.

Secara keseluruhan, kinerja Antam masih cukup positif pada 2024. Terlebih, emas bisa menjadi safe haven yang menarik apabila ada kekhawatiran investor di tahun politik.

Sementara itu, Grup MIND ID lainnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), menargetkan kapasitas kereta api batubara mencapai 52 ton pada tahun 2024. Peningkatan target ini sejalan dengan peningkatan produksi.

Saat ini, PT Bukit Asam Tbk telah mengoperasikan dua jalur KA batu bara, yakni Tanjung Enim-Tarahan berkapasitas 25 juta ton per tahun, dan Tanjung Enim-Kertapati berkapasitas 7 juta ton per tahun. Total dua jalur tersebut mencapai 32 juta ton per tahun.

Pada 2024, PT Bukit Asam tbk mengembangkan satu jalur KA batu bara tambahan rute Tanjung Enim-Keramasan berkapasitas 20 juta ton per tahun. Jalur baru ini diharapkan dapat beroperasi pada kuartal IV/2024.

Baca juga: Jaga Lingkungan, MIND ID Targetkan Penurunan Emisi hingga 5,3 Juta Ton CO2

Untuk target jangka panjang, PT Bukit Asam Tbk akan menambah rute KA batu bara rute Tanjung Enim-Perajen berkapasitas 20 juta ton per tahun. Proyek ini diharapkan beroperasi pada kuartal III/2026.

Baca Juga  Russian Energy Week 2023 Kupas Restrukturisasi Pasar Minyak Global Bidang Perdagangan Dan Logistik - Fintechnesia.com

Sejauh ini, kapasitas produksi batu bara terus meningkat secara bertahap. Per September 2023, PT Bukit Asam Tbk memproduksi batubara 31,9 juta ton, naik 15 persen year on year (yoy) dari 27,7 juta ton per September 2022.

Kenaikan sebesar 15% yoy juga terjadi pada volume penjualan batu bara yang mencapai menuju 27 juta ton dari sebelumnya 23,5 juta ton. Kenaikan lain terjadi pada volume angkutan kereta api 23,7 juta ton. NMaik 12% dari sebelumnya 21,1 juta ton.

Sampai akhir 2023, PT Bukit Asam Tbk menargetkan produksi batu bara 41 juta ton. Selama tiga tahun terakhir, produksi batu bara PT Bukit Asam Tbk memang cenderung naik.

Adapun Grup MIND ID PT Freeport Indonesia (PTFI) juga memiliki target dan strategi tersendiri. Pada 2024, PTFI berniat mengajukan relaksasi ekspor konsentrat tembaga seiring berakhirnya izin ekspor pada Mei 2024.

Smelter tembaga PTFI di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik baru beroperasi pada akhir Mei 2024. Smelter ini baru bisa mencapai kapasitas penuh (ramp-up) pada Desember 2024.

Dengan demikian, fasilitas smelter yang baru belum akan bisa menyerap seluruh produksi konsentrat tembaga. Perpanjangan izin ekspor diperlukan sebab ada potensi konsentrat tembaga yang tidak terserap.

Relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga setelah Mei 2024 diperlukan karena ketidakmampuan smelter dalam negeri menyerap seluruh produksi berpotensi menimbulkan penumpukan stok. Selain itu, hal ini akan berakibat pada penurunan kapasitas produksi konsentrat maupun bijih.

Hingga November 2023, kemajuan smelter PTFI sudah mencapai lebih dari 83 persen. Sebelumnya, PTFI telah mengantongi izin ekspor konsentrat tembaga pada 24 Juli 2023, sehingga mampu mengekspor sebanyak 1,7 juta ton konsentrat tembaga hingga Mei 2024 mendatang.

Selanjutnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus menggenjot produksi 274 ribu ton aluminium pada 2024. Target ini meningkat dari produksi saat ini yang mencapai 250 ribu ton.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, PT Inalum memantapkan pengembangan pabrik pengolahan atau smelter dengan beberapa mitra potensial dan melakukan studi kelayakan. Dalam lima tahun mendatang, PT Inalum menyusun rencana untuk memproduksi hingga 900 ribu ton aluminium per tahun.

Baca Juga  Hujan dan Gelombang 4 Meter Diprediksi Melanda Bali saat HUT RI

Dalam kurun waktu itu pula perusahaan mengejar pemenuhan bahan baku aluminium atau alumina mencapai dua hingga tiga juta ton. Sejauh ini, pangsa pasar domestik masih diprioritaskan di tengah upaya pemerintah melakukan transisi energi lebih ramah lingkungan (mobil listrik, panel surya dan EBT lainnya).

Tak ketinggalan, Anggota Grup MIND ID PT Timah Tbk menargetkan pendapatan dan laba pada 2024 lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan dengan cara menaikkan target volume produksi lebih tinggi dari pencapaian 2023.

Hingga September 2023, PT Timah Tbk berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp6,4 triliun yang menghasilkan EBITDA sebesar Rp 708,1 miliar dengan rugi tahun berjalan sebesar Rp 87,4 miliar. Dari sisi produksi, perusahaan menargetkan capaian yang sama dengan target 2023, termasuk rencana kerja produksi dan volume produksi.

Pada 2023, target produksi bijih timah PT Timah Tbk sebesar 26.100 ton, sedangkan penjualan logam timah ditargetkan sebesar 27.400 ton. Hingga kuartal III-2023, PT Timah Tbk mencatat produksi bijih timah sebesar 11.201 ton. Jumlah ini baru tercapai 77 persen dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14.502 ton.

Produksi logam timah sebesar 11.540 metrik ton atau tercapai 82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14.130 metrik ton. Adapun penjualan logam timah telah tercapai sebesar 11.100 metrik ton atau sekitar 72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 15.325 metrik ton.

Beberapa strategi untuk mencapai target pada 2024 adalah dengan menambah produksi kapal isap terutama dari kapal isap mitra, melakukan kegiatan penambangan yang selama 2023 belum terealisasi dan menggunakan teknologi pengolahan yang lebih advance.

Serta penambahan kapasitas di tambang primer (di wilayah Bangka Tengah, Paku, Pemali, dan Batu Besi). Strategi lain adalah dengan menambang di wilayah yang overlap antara Izin Uaha Prtambangan (IUP) dan Hak Guna Usaga (HGU) pertambangan. (jun)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *